November 12, 2016

Ketika Feldy bertanya, “Apa arti hidup ini?”.



Jangan pernah meremehkan anak kecil. Terkadang kita takjub dengan ide ataupun pertanyaan yang mereka ajukan. Profesi saya sebagai ibu dan pengajar di SD membuat saya sering menemukan pertanyaan ataupun ide ajaib yang mereka kemukan. Termasuk anak saya Feldy yang mulai dari kecil memang sangat senang bertanya, dari hal yang sepele sampai yang berat.

Sepele jika dia hanya sekedar bertanya ,”Mama, bagaimana siklus air”. Tinggal searching, sekejap kemudian saya langsung bisa menjawabnya.  Nah, berat itu kalau sudah memberikan pertanyaan yang jawabannya saya juga harus memikirkan dan menyusun kata-kata agar sesuai dengan usianya yang dibilang anak-anak juga bukan, remaja pun belum, usia tanggung itu menurut pendapat saya.

Beberapa hari lalu, Feldy bertanya,”Menurut kita, apa arti hidup ini?”.Saya terperangah, pertanyaannya sepertinya mudah tapi jawabannya sulit karena banyak makna terkandung dalam pertanyaan itu. Dalam hati, saya berujar “Mengapa tiba-tiba Feldy bertanya seperti ini? Habis membaca buku apalagi nih! (Feldy memang sangat suka membaca). Saya pun saat itu menjawab secara singkat dan sederhana. Hidup itu artinya menggunakan waktu kita agar bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Ternyata jawaban itu belum memuaskan Feldy sampai akhirnya dia bertanya di grup WhatssApp keluarga. Beberapa jawaban diberikan oleh om dan tantenya dan Feldy pun mengucapkan terima kasih. Saya tidak tahu, apakah dia sudah puas dengan jawaban-jawaban yang ada atau masih ingin mencari jawaban lain.

Hanya saja setelah membaca kembali pertanyaan Feldy di WA, entah mengapa akhirnya pertanyaan itu mengusik relung hati saya. Saya akhirnya bertanya pada diri sendiri, apa arti hidup bagi saya sendiri. Bukan untuk menjawab pertanyaan Feldy tetapi memang untuk mengetahui apa saya benar-benar mengetahui makna hidup yang saya jalani atau hanya sekedar menjalaninya saja. Apakah saya sudah mengetahui tujuan akhir hidup saya dan sudah berada dijalan yang tepat sehingga nanti saya tiba di tempat yang saya impikan diakhir perjalanan? Sayapun ingat surat Al Ashr, surat yang sangat sering saya baca berulang-ulang saat saya sholat dikarenakan sholat ini pendek jadi sholat bisa lebih cepat. (Duh, malunya saya. Sholat saja perhitungan dengan waktu).

Al Ashr artinya masa, tentunya kalau kita lebih memaknai surat itu menjelaskan tentang waktu. Mengapa waktu menjadi penting? Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa terulang sehingga kita tidak bisa kembali ke masa lampau.  Dalam surat tersebut dikatakan bahwa semua orang akan merugi kecuali orang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran. Penjelasan inilah sebenarnya arti hidup yang saya dapatkan. Bahwa jika saya ingin berakhir bahagia dalam perjalanan hidup ini maka saya harus memanfaatkan waktu dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:


  1. Menjadi orang beriman yang tentunya harus dibuktikan dengan perbuatan. Kalau yang ini paling tidak saya sudah berusaha melakukan walaupun belum sempurna. Mengerjakan sholat, puasa, dan lain-lain.
  2. Mengerjakan amal saleh. Amal saleh adalah perbuatan yang dilakukan bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga orang lain. Tidak ada penjelasan yang tegas tentang bentuk amal saleh hanya saja dijelaskan amal saleh adalah perbuatan yang menghindarkan diri dari berbuat kerusakan. Kalau yang ini saya mengakui belum banyak bermanfaat untuk orang lain. Masih sebatas melakukan kepentingan diri sendiri, semoga kedepannya saya bisa mengerjakan amal saleh apapun bentuknya.
  3. Saling nasehat dan menasehati dalam kebenaran.
  4. Saling nasehat dan menasehati dalam kesabaran.

Poin ketiga dan keempat menurut saya adalah yang sangat berat. Pernah dibenci orang karena menasehati? Atau pernah dijawab seperti ini,”itu adalah urusan saya!. Inilah yang menjadi hambatan saya dalam menasehati. Kecuali memang diminta saran dan pendapatnya.  Menasehati sangat jarang saya lakukan kecuali untuk keluarga saya, anak, suami kadang-kadang saudara. Untuk orang lain, nanti dulu! Hanya saja setelah membaca surat Al Ashr ini ternyata saya harus mulai mencoba untuk bisa ikut serta dalam perbuatan saling nasehat menasehati. Semoga saya bisa melakukan keempat poin di atas sehingga saya termasuk orang yang menghargai arti hidup ini. Terima kasih Feldy atas pertanyaanya yang membuat saya akhirnya bisa mengevaluasi diri saya sendiri.

2 comments:

Purji Anto said...

Bisa tu bu Blog nya di daftar kan ke adsense

Endah said...

thanks pak Purji