Ini adalah kapal-kapal pengangkut batubara di Tanjung Bara Sangatta. Kapal-kapal ini berasal dari berbagai negara ada yang jepang, cina dan lain-lain. Sungguh membuat saya geleng-geleng kepala, kenapa listrik pasokan PLN bisa byar pet terus padahal sumber energi yang berlimpah tersedia dan ini malah dimanfaatkan oleh negara lain......... Perlu diketahui, kapal-kapal ini tidak pernah terlambat pengisiannya karena jika terlambat maka KPC sebagai perusahaan harus membayar denda yang jumlahnya fantastik.....(kata orang per-harinya bisa 200 jt), jadi kalo mendengar pulau Jawa kekurangan pasokan batubara akibat badai, saya hanya bisa ngedumel.....wong orang jepang aja kapalnya bisa tepat waktu....masa ke pulau Jawa yang jaraknya lebih dekat malah ngga bisa sesuai jadwal......pusing dech.....!
Setelah sekitar lebih kurang 15 menit, saya berada diatas kota Bontang. Kota ini jauh lebih terkenal dari Sangatta, bisa dimaklumi karena ada dua perusahaan besar disini yaitu Pupuk Kaltim (PKT) penghasil pupuk dan PT. Badak penghasil gas alam. Walaupun jarak antara Bontang dan Sangata hanya 1 jam perjalanan normal, jangan dibayangkan harga gas di tempat kami bisa murah......! Jika 1 tabung gas 12 kg harganya berkisar 70-80 ribu tetapi di Sangatta bisa mencapai 130-150 ribu......padahal menurut logika harusnya lebih murah...khan tempat bikinnya ngga jauh-jauh amat.....hmph......siapa yang salah ya!
Tapi kalo untuk harga pupuk, saya benar-benar kurang tahu.....jadi ngga bisa cerita lebih lanjut....
Foto yang ini diambil dari atas kota Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Terkenal dengan sungai Mahakam yang mengalir di tengah kotanya. Jujur pertama kali melihat sungai Mahakam, saya pikir adalah laut karena lebarnya, meskipun di Sumatera banyak terdapat sungai tetapi yang selebar sungai Mahakam tidak ada, hanya sungai Musi yang hampir mendekati lebar sungai Mahakam. Kalau malam hari sepanjang sungai ini dipenuhi penjaja makanan yang lezat dan nikmat.
Foto yang satu lagi adalah foto stadion yang baru dibangun di Samarinda, saat pelaksanaan PON. Saya melihat ini merupakan kebiasaan pemerintah kita, selalu membangun gedung atau fasilitas apapun hanya bila ada event tertentu sehingga penggunaan selanjutnya tidak direncanakan. Saya harap ini tidak terjadi pada stadion dan sarana olahraga yang baru dibangun di Samarinda, semoga pemerintah tetap memanfaatkannya untuk mencetak atlit-atlit yang dapat mengharumkan nama bangsa.....Amin!
Kalimantan Timur memang propinsi yang kaya, dari atas saya bisa melihat banyak sekali tambang batubara, ada yang kecil ada yang besar......semoga tidak hanya ditambang tanpa memikirkan reklamasinya karena kalau dilihat dari foto-foto yang saya ambil banyak sekali genangan air bekas tambang yang menunjukkan tidak ada upaya reklamasi.
Selain tambang, banyak juga tambak-tambak ikan atau udang (saya kurang tahu...) disepanjang pesisir pantai. Agak membuat saya takut karena melihat betapa hutan bakau yang lebat habis dibabat dan digantikan dengan kotak-kotak tambak.
Foto yang terakhir adalah awan yang membentuk kebun kapas....indah banget !
Dan setelah 50 menit perjalanan sampailah saya dibandara sepinggan Balikpapan. Banyak orang yang menyangka ibukota Kalimantan Timur adalah Balikpapan. Hal ini bisa dimaklumi karena kota ini memang sangat maju, hampir semua kantor pertambangan baik itu minyak, gas maun batubara memiliki kantor cabang disini sehingga wajar sekali kota ini terlihat lebih maju dan besar dari Samarinda. Apalagi bandara internasional yang biasanya terletak di ibukota propinsi malah terletak di kota ini.
Dan cerita mengenai aktifitas saya selama di Bppn akan saya lanjutkan kembali dibagian kedua......
to be continued