January 8, 2009

Lihatlah Segala Kebaikan Disekitarmu

Malam tadi saya dan suami marahan kecil....:) Masalahnya sepele dan dimulai dari peristiwa yang sederhana. Begini kejadiannya: Entah mengapa, malam tadi di kamar tidur dan kamar mandi banyak sekali nyamuk beterbangan. Ini membuat saya jengkel karena saya dan anak-anak kalau sudah digigit nyamuk bisa membekas dan bentol-bentolnya lama sekali baru bisa hilang. Lalu saya coba untuk menangkap mereka dengan cara konvensial....;) Dipukul dengan kedua belah telapak tangan dan untungnya nyamuknya tidak terlalu gesit maka saya dengan semangat mengejar mereka. Setelah berhasil menangkap 6 ekor, tangan saya lumayan pedas karena saya terlalu semangat, lalu saya mencoba memikirkan cara lain dan teringatlah saya sama pemukul nyamuk plastik yang pernah dibeli suami saya. Lantas saya berteriak, "Pa, tolong dong ambilin pemukul nyamuk di lemari daripada disimpan terus dilemari mendingan dipakai untuk mukul nyamuk .....!  Saya tidak menyadari perubahan raut wajah suami saya sampai akhirnya saya mendengarnya bicara, "Mengapa kalo papa yang beli sesuatu selalu saja ada salahnya", tanya suami saya. Deg....saya tersentak, saya langsung menyadari kesalahan saya dan meminta maaf. 

Terkadang saya memang cerewet banget dengan kebiasaan suami yang tidak sesuai dengan kebiasaan saya. Hanya hal-hal kecil, seperti kebiasaannya suka membeli barang yang menurut saya tidak dibutuhkan, meletakkan tisue yang sudah digunakan di sembarang tempat, dan lainnya. Dan kesalahan saya adalah melihat hal ini sebagai suatu kekurangan sehingga sering sekali saya ungkit jika kami bertengkar. Akhirnya suami sayapun membentengi diri dengan cara yang sama yaitu mencari kebiasaan saya yang tidak sesuai dengan dirinya seperti, meletakan benda di sembarang tempat, mengambil dan meletakkan benda tanpa melihat sehingga sering jatuh dan pecah, dan lainnya sehingga kalau kami bertengkar pastilah hal-hal kecil seperti itu diangkat lagi ke permukaan. 

Pagi tadi setelah selesai sholat subuh kami berduapun bicara, ternyata membicarakan kebiasaan-kebiasaan tersebut dalam keadaan marah bisa sangat menyakitkan hati satu sama lain dan bisa jadi karena ini terus terulang dalam setiap pertengkaran akan berakibat buruk pada hubungan kedua belah pihak. Jika kita pikirkan bersama, semakin lama kita hidup bersama dengan seseorang akan semakin banyak sifat yang kita ketahui. Entah itu sifat baik maupun sifat yang bertentangan dengan diri kita, jika kita selalu melihat hal negatif dari pasangan kita (hal-hal yang sepele tentunya) maka kita tidak akan pernah merasa bahagia, tidak pernah puas dan akhirnya akan membuat kita tidak menghargai pasangan kita. Coba yang kita melihat kebaikan yang ada pada pasangan kita, pasti dech kita selalu bersyukur....:) 

Mungkin tidak mudah tapi juga tidak sesulit yang kita kira.....Ayo kita mencoba untuk selalu melihat kebaikan yang ada di diri setiap orang terutama orang yang ada disekitar kita, Insya Allah kita akan selalu berbahagia karena dikelilingi oleh orang-orang baik. 


14 comments:

namaku wendy said...

begitu yah mbak hehehe tapi seringnya mang kalo lagi esmosi gitu, suka asal njeplak ngomongnya mbak, dluar akal pikiran:p tipsnya manfaat banget neh wat manten anyar hihihi

Anonymous said...

Hhh...bumbu-bumbu rumah tangga.
Asal jangan ngambekan berkepanjangan. Kata orang, kalo habis berantem tuh biasanya malah tambah mesra (atau ngerasa bersalah aja kali ye?).

-sky-

Angsoka47 said...

menyatukan 2 kebiasaan emang sulit banget dah... apalagi dah kebuka sifat asli pasangan, hehehe... komunikasi kali yah....

Endah said...

wen.... pokoknya jgn pernah bosan untuk memahami...dan komunikasi....

Atca said...

Ngga ada manusia yang sempurna..asal mau memahami dan mengalah satu sama lain pasti semua lancar...halllah..sok tau nih he..he..
Btw gitu dong jenggg..posting terus yahh

Endah said...

tunggu aja postingan selanjutnya...:)

Izka said...

Postingan yang bagus.... belajar dari pengalaman, sesederhana apapun dia, akan lebih bermanfaat

Penny said...

setuju banget tuh.. mba. Namanya dua pribadi dijadikan satu itu pasti sulit, jadi harus ada rasa tepo sliro kata orang jawa. Klo yang satu lagi marah, yang satu menunggu saja sampai marahnya reda. Baru setelah reda, kita bicarakan secara baik-baik

mama icel said...

wah top banget neh bu...hal2 kecil itu memang justru penting tapi sering kita lupa untuk mensyukurinya...Good luck!

Asih Evan said...

Bener ya say..kadang kita gak menyangka ucapan kita yang sederhana menurut kita..eh meninggung perasaan suami. Itulah dua rahasia dua manusia ya...

andesper70 said...

Mestinya sebelum minta tolong suami suguhin teh dulu..:D

Anonymous said...

Mber memmang kalau ati panas tu cepat nian marah tu apau lagi carau kitau jemau manna ndek pacak tesenggul dikit langsung naik darah.

Endah said...

it's just habit...jika tidak dibiasakan maka tidak akan terbiasa

teh muti said...

setiap orang pasti ada khilafnya. so... legowolah...